26 April 2016

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari BEM Fakulas Pertanian UNS

Giat Makmur. Sesuai dengan agenda yang telah di rencanakan pada pertemuan sebelumnya dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada bulan Februari lalu Taruna Tani Giat Makmur mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk kompos. Pada pertemuan hari miggu tanggal 24 April 2016 ini BEM memberikan keilmuan dan mengajarkan praktek pembuatan kompos dari kotoran hewan yang aplikatif. Pada kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 10 anggota BEM FP dan 2 pembicara dari JIS (pihak yang memproduksi pupuk cair).

Keilmuan Pembuatan Kompos

Sebelum melaksanakan praktek pembuatan kompos, dari pihak BEM FP UNS yaitu diwaliki dari JIC memberikan beberapa teori atau keilmuan pembuatan pupuk kompos dengan kotoran hewan salah satunya kotoran sapi. Pembutan pupuk kompos dengan kotoran sapi bisa diterapkan dengan bahan tambahan lain yaitu cukup dengan kapur (dolomit) dan stardec (bakteri). Selain itu juga diperlukan tempat yang kering dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung untuk proses pembuatan. 


Praktek pembuatan kompos dilakukan dengan menumpuk kotoran sapi setinggi sektiar 30 cm, setelah itu ditaburkan dolomit dan stardec, setelah itu tutup lagi dengan kotoran sapi. Selanjutnya bisa di tambah dolomit dan stardec lagi diatasnya dan ditutup lagi dengan kotoran sapi. Kemudian satu minggu sekali pupuk kompos tadi disisir atau di aduk, maka dalam 4 minggu pupuk kompos sudah jadi. Komposisi dolomit hanya 5 kg dan stardec 2,5 kg untuk 1 ton kotoran sapi.

Tidak hanya pembuatan kompos saja, dari pihak BEM juga menyampaikan cara pembuatan pupuk organik cair dan pestisida cair melalui makalah yang telah disediakan. Selain itu juga dilakukan sharing terkait pertanian, pemasaran, dan program PHBD yang telah didiskusikan sebelumnya. Informasi lebih lanjut tentang maklaah dari BEM FP akan dipublish pada artikel selanjutnya.

Praktek Pembuatan Kompos

Dari pihak taruna tani telah menyediakan kotoran sapi, dolomit, dan lokasi pembuatan, sedangkan dari pihak BEM membawakan stardec. Selanjutnya dicontohkan oleh pihak BEM cara pencampuran bahan - bahan tersebut agar bisa menjadi kompos yang berkualitas. Setelah itu dilanjutkan oleh pihak Giat Makmur agar lebih memahami.

Pihak BEM FB juga menambahkan bahwa stardec selain berfungsi sebagai pemicu bakteri agar lebih cepat berkembang, ternayta stardec juga untuk menghilangkan bau kotoran, bahkan termasuk kotoran di selokan dan juga bisa menyusutkan volume bak WC. Sedangkan fungsi dolomit untuk mengontrol PH kompos.
Setelah selesai acara pelatihan pembuatan kompos ini dari pihak UNS akan memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan pestisida cair yang akan diagendakan pada pertemuan selanjunya. Pihak UNS juga mengunjungi kebon cabe milik Giat Makmur sebelum pulang ke Solo.

Kami, Taruna Tani Giat Makmur mengucapkan terimkasih banyak kepada BEM FP UNS atas peatihan, ilmu, solusi, dan sejumlah tips tentang kompos dan tanaman cabe kami. Jika terjadi kesalahan informasi pada artikel ini, kami mohon maaf dan akan segera kami perbaiki. Salam  sukses untuk BEM FP UNS.

Logo Jatikuwung Innovation Center (JIC)

Share:

15 April 2016

Penyuluhan Pembuatan Pupuk dan Mengatasi Hama Cabe dari BP3K Simo

Sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh taruna tani Giat Makmur yaitu melakukan pertemuan rutin dengan Dinas BP3K.  Pada acara penyuluhan terkait dengan pembuatan pupuk kompos, mengtasi hama tanaman cabe, dan kendala - kendal lainya yang diadakan pada hari jumat’at tanggal 15 April 2016 jam 09.00. Pada pertemuan hari kali ini dihadiri oleh pihak BP3K yaitu Ibu Rina dan Pak Dodo.


Acara Penyuluhan Pupuk

Tatacara Pembutan pupuk organik disampaikan oleh Bu Rina. Bahan yang diperlukan kotoran ternak, Abu Sekam, Dedak, tetes tebu, EM4, dan Kapur (indolomik) bisa ditambah dengan kompos daun. 1 Ton kotoran ternak, Abu sekam: 1 kwintal, dedak 1 kwintal, EM4: 2 liter, Tetes tebu: 2 liter. kapur 2 kilo.

Penyuluhan Pengangulan Pak Dodo

Tanaman itu mahluk hidup, jadi selalu berubah - ubah, jadi tidak ada orang yang benar – benar ahli dibidang pertanian. Tanaman selalu berkembang sesuai dengan kebutuhanya. Kendala dalam tanaman yang ada di Giat Makmur yaitu karena tanaman yang kuning yaitu karena kurangnya seleksi bibit dan karantina yang kurang atau dikenal dengan nama virus gemini, kalau tanaman yang kena virus belum ada obatnya, virus ini ditularkan oleh hama penghisap avis, tongau, dan trip yang dibawa atau sebagai vektor, jadi tanaman harus segera dihilangkan, lalu mengendalinkan hama – hama tersebut.

Cara mengatasi hama Cabe

  • Trip dan Avis biasa pakai insektisia:  Decis, Kurakron, regen, matador
  • Tugau: Akarisida : Rajun telur Isorun, Imago (larva) Tegion, Kaltin, Agrimek
Selain itu Pak Dodo juga menyampaikan, urakron bisa membunuh dan mengusir lalat buah karena baunya awet. Pak Dodo juga menambahkan, pemakaaian petrogenol untuk perangkap lalat bisa ditambah poradan pada botol agar lalat mati, agar tidak keluar lagi, untuk jaraknya 10 x  20 cukup 2 – 3 titik tergantung dari tingkat serangan. Perlu diketahui pula bahawa semakin banyak perangkap petrogenol justru malah akan mengundang lalat datang karena sifatnya memicu sehingga dimungkinkan akan lebih banyak lagi lalat yang datang. Penempatan perangkap petrogenol di tepi (pinggir) tanaman cabe dengan jarak 5 meter. Alternaif lain yaitu bisa minyak cengkeh juga bisa dijadikan perangkap lalat. Pelu diperhaitkan bahwa lalat buah bertelur saat cabe mulai berbunga. Saat sudah menjadi buah maka lalat sudah masuk. Oleh karena itu, pencegahan lalat buah itu dimulai dari sejak cabe berbunga.


Mengatasi hama Patek

Hama patek itu juga mulai menyerang tanaman sejak dari keluar bunga. Untuk mengatasinya bisa memakai fungsida. Kalau curah hujan tinggi maka penyemprotan bisa lebih intesif. Contoh obatnya bisa pakai Bion E45 sebagai fungisida. Fungisida ini menjadikan tanaman menjadi kebal atau untuk pengembang imun didalam tubuh tanaman. Fungsida lain yaiut titan, antrakol, dan dirosal yang bisa digunakan secara bergantian secara terjadwal. Hal ini bertujuan agar hama tidak kebal, karena jika ada hama tidak mati maka hama bisa kebal. 


Mengatasi tanaman layu

Penyebabnya ada dua yaitu 1) Patogen yaitu karena tanaman sakit dan 2) Pengaruh fisik yaitu karea kekuragan air, perakaran terputus dan lainya. Kalau layu karena Patogen ada dua hal yaitu: jamur dan bakteri
  1. Jamur: saat kita cabut ada noda hitam, akar bisa kering atau busuk dengan warna coklat kehitaman. Jika dibiarkan maka akan tumbuh benang-benang putih. Jamur ini dinamkan jamur fusarium.
  2. Bakteri: Kalau dicabut akarnya akan berlendir dan cenderung mengeluarkan bau. Jika ditaruh ke dalam air, air menjadi coklat

Cara mengatasi jamur dan bakteri

Kontrol di kelembanan tanah, jangan terlalu basah, jika suhu panas lalu hujan maka bakteri lebih cepat menyerang. Maka lakukan kontrol irigasi. Kalau di polibag maka lubangnya bisa diperbanyak.
  1. Mengatasi jamur dengan fursirum Fungsida seperti benlet, redomil,
  2. Mengattasi bakteri dengan Bakterisida seperit agirmisin, agrep.

Sharing kendala lainya

  1. Tanaman cabe yang ada milik Giat Makmur masih bisa dilanjutkan. Harus lebih sering pemupukan pupuk KNO3 putih, karena tanaman lebih banyak membutuhkan unsur hara. Unsur hara melebihi waktu berkembang, karena unsur hara dibagi tiga kebutuhan yaitu untuk pertumbuhan, bunga, dan memaskkan buah.
  2. Perawatan tanaman sejak dini dapat dilakukan pemupukan NPK karena tenaman membutuhkan unsur makro dan micro. Selain itu ditambahkan sedikit Urea
  3. Cara pemupukan harus diletakakan ujur akar. Jaraknya bisa disesuaikan dengan tajuk (diamter keseluruhan daun) tanaman. Jika pemupukan pada pusat akar justru malah akan menusak tanaman atau menjadikan tanaman kering karena pupuk menyerap air pada tanaman. 
  4. Untuk tanaman seledri dapat disemprot dengan air kapur atau kalsit untuk mengendalikan hama. Bisa juga memakai trigad untuk pembasmi hama atau Agrimek untuk pengendali lalat daun pada seledri. 
  5. Terkati dengan akar cabe yang rusak atau luka dapat menjadi celah masuknya jamur. Jagan dilakukan dengan pendangiran. Oleh karena itu, usahakan tanamnya gembur dulu diawal penamanan.
  6. Terkait budidaya Lele teman- teman bisa dilingkugan dukuh Tanjunsari RT 13/03 dari pihak peternak bisa mengundang  BP3K.
  7. Cabe rawit yang ditanam oleh Giat Makmur di kebun masih cukup bagus. Bahkan cabe hanya membutuhakan 100 pesen cahaya pun tetap bisa berkembang.
Demikian hasil pertemuan Giat Makmur dengan BP3K kecamatan Simo dalam rangka penyuluhan pembuatan pupuk, Mengatasi hama, dan sharing kendala serta masukan lainya. Semoga pada pertemuan hari Jum'at ini semakin mengokohkan Giat Makmur dan menambah ilmu pengetahuan sera aplikasinya pada tanaman cabe.

Kami, Giat Makmur mengucapkan banyak terimkasih atas ilmu dan masukan dari BP3K Simo. 

Share:

Sekretariat

Sekretariat
Alamat: Jl. Simo - Kacangan KM. 06 Dk, Tanjungsari RT 13/ 03 Desa Blagung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali

HP: 0852 0075 6845

Facebook