Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

01 June 2016

Modul Pengolahan Limbah Menjadi Pupuk Organik Cair

Pemanfaatkan limbah ternak berupa urine sapi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk orgnik cair, yang juga bisa untuk mencegah serangan hama tanaman. Cara pembuatannya tidak sulit, hanya melalui proses fermentasi yang sederhana dan dicampur sejumlah empon-empon, urine sapi dapat dipetik manfaatnya untuk menyuburkan tanah.

Empon-empon yang dimaksud adalah kencur, kunyit, jahe, lengkuas, temu ireng, daun sambiloto. Yang semuanya ditumbuk halus terlebih dulu sebelum dicampurkan ke dalam cairan urine sapi, dan dicampurkan pula parutan nanas busuk. Untuk pembuatan pupuk cair organik dibutuhkan setidaknya 100 liter urin sapi. Kapasitas 100 liter tersebut diperkirakan diperoleh dari 8-9 ekor sapi dalam sehari. Agar proses menampung urin mudah dilakukan, dibutuhkan instalasi khusus pembuangan limbah ternak secara permanen. Dengan begitu, urin sapi secara otomatis bisa tertampung dalam wadah yang telah disiapkan. 

Sedangkan kasiat pupuk organik cair dari limbah sapi, lanjutnya selain menyuburkan tanaman juga mampu menghalau hama. Sehingga tentunya berpotensi mempertebal keuntungan petani, karena biaya operasional perawatan tanaman menjadi lebih sedikit. 

Selama ini masih jarang penggunakan urine sapi sebagai pupuk padahal urine sapi memiliki prospek yang bagus untuk diolah menjadi pupuk cair karena mengandung unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman secara lengkap seperti N, P, K, Ca, Mg yang terikat dalam bentuk senyawa organik.

Urine sapi yang paling baik untuk diolah menjadi pupuk cair adalah urine sapi murni segar (kurang dari 24 jam) yang belum bercampur dengan cemaran lain yang ada dalam kandang. Dalam pembuatan pupuk urine,  setiap 100 liter urine sapi segar membutuhkan bakteri pengurai yang berupa produk PROJO Tani sebanyak 1 liter dan molases atau larutan gula sebagai energi bakteri sebanyak 1 liter.

Bahan

Cara Pembuatan
Empon-empon dimasukkan kedalam drum yang telah berisi Urine Sapi murni. Tetes dan EM4 Pertanian lalu dicampurkan kedalam adonan Urine dan empon-empon tersebut sambil diaduk-aduk sampai homogen/rata (lebih kurang setengah jam). Drum ditutup dengan rapat, difermentasi selama 14 hari. Selama proses fermentasi, diaduk setiap hari 2 kali (pagi dan sore hari). Setelah 14 hari fermentasi selesai, Urine Sapi Plus dapat digunakan sebagai Pupuk atau Pestisida Cair sesuai dasis penggunaan. 

Dosis yang dapat digunakan adalah :
  1. Dosis Untuk Pupuk Cair, 250 ml Urine Sapi Plus dicampur dengan 14 liter air bersih, disemprotkan pada seluruh bagian tanaman.
  2. Dosis Untuk Pupuk Cair Pestisida, 400 ml Urine Sapi Plus dicampur dengan 14 liter air bersih, disemprotkan pada bagian tanaman yang terkena hama.
Modul Pembuatan kompos dengan judul modul "Teknologi Pengolalah Limbah" sampaikan oleh TIM Jatikuwung Innovation Center (JIC) Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta 2016 pada kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos di Taruna Tani Giat Makmur hari Minggu, 24 April 2016 jam 13.00 hingga selesai. 
Share:

Modul Pengolahan Limbah Menjadi Pupuk Organik Padat

Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik dalam skala rumah tangga, industri, pertanian dan peternakan. Limbah peternakan adalah semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan baik berupa limbah padat maupun cairan dan sisa pakan. Setiap jenis hewan tentunya menghasilkan kotoran dalam jumlah dan kandungan hara yang berbeda. Jumlah yang dihasilkan masing-masing hewan tergantung dari pakan yang dikonsumsi dan pakan yang tercerna, sehingga masing-masing ternak mengandung hara yang berbeda.
Secara umum kotoran hewan mengandung unsur hara makro berbeda seperti Nitrogen (N), posfor (P), kalium (K), Ca, Mg, dan S. Dengan kandungan unsur hara tersebut maka kotoran hewan berpotensi untuk dijadikan pupuk. Bila dibandingkan dengan pupuk kimia, kadar kandungan unsur hara dalam pupuk kandang organik jauh lebih kecil. Oleh karena itu, perlu banyak pemberian dalam penggunaanya.
Kandungan unsur hara dan air kotoran ternak

Potensi limbah ternak untuk menghasilkan Pupuk Organik Padatmerupakan limbah ternak yang terbanyak dihasilkan dalam pemeliharaan ternak selain limbah yang berupa sisa pakan. Pada umumnya setiap kilogram daging sapi yang dihasilkan ternak sapi potong juga menghasilkan 25 kg kotoran padat. 

Besarnya limbah padat yang dihasilkan dari usaha penggemukan sapi potong berpotensi dimanfaatkan menjadi sumber kompos dan berpotensi untuk dijadikan sumber pendapatan tambahan dari usaha penggemukan sapi potong. Sebagai contoh, untuk penggemukan dengan target pertambahan berat badan harian (PBBH) sebesar 0,5 kg akan dihasilkan sebanyak 12,5 kg kotoran per hari.

Jika target penggemukan adalah pertambahan berat badan sebesar 90 kg dalam satu periode penggemukan selama 6 bulan akan dihasilkan kotoran sebanyak 2,2 ton dari seekor ternak setiap satu periode penggemukan. Jika kotoran ternak dan sisa pakan diproses menjadi kompos maka setidaknya dari setiap ekor sapi penggemukan dapat dihasilkan 1,5 ton pupuk per 6 bulan. Faktorberpengaruh yang harus dikontrol dalam pembuatan pupuk:
  1. C/N ratio : mikroba membutuhkan karbon (C) 20 sampai 25 kali lebihbanyak dari nitrogen (N) untuk tetap aktif. Sumber karbon pada pembuatan kompos dapat berasal dari potongan kayu kecil, serbuk gergaji, jerami padi dan bahan lain yang berserat tinggi. Sumber N berasal dari kotoran ternak. C/N ratio> 25 akan menyebabkan dekomposisi berjalan lamban karena kekurangan N sebaliknya C/N ratio< 20 akan menyebabkan terjadinya pembentukan gas ammonia sehingga menimbulkan bau.
  2. Aerasi udara diperlukan untuk menghindari terjadinya kondisi anaerobic yang menimbulkan bau. Pembalikan secara teratur dapat meningkatkan aerasi. Kekurangan udara akan menimbulkan gas metan, aktivitas mikroba menurun dan temperatur menurun. Sebaliknya kelebihan aerasi menyebabkan bahan kompos menjadi kering dan unsur N menghilang.
  3. Kelembapan merupakan unsur penting dalam metabolisma pada mikroba. Kelembapan yang baik adalah 50-60%, terlalu basah (>60%) dapat mengakibatkan muncul bau yang tidak sedap dan aktivitas mikroba menurun, temperatur juga menurun dan jika terlalu kering (<40%) aktivitas mikroba juga menurun.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk adalah sebagai berikut 
  1. Kotoran sapi minimal 85% dan akan lebih baik jika dicampur dengan urine.
  2. Serbuk dan kayu sabut kelapa 5% atau limbah organik lainnya seperti jerami dan sampah rumah tangga.
  3. Abu dapur 8%
  4. Kapur pertanian/ Dolomit 1,5 %
  5. Stardec 0,5%
Tahapan yang dilakukan dalam proses pembuatan pupuk adalah :
  1. Campurkan bahan utama (kotoran sapi, sabut kelapa/serbuk gergaji, abu dapur, stardec dan kapur pertanian) secara merata atau ditumpuk mengikuti lapisan.Kotoran sapi ditempatkan paling bawah, lapisan berikutnya kapur pertanian/dolomit yaitu untuk menaikan PH karena mikrobia akan tumbuh baik pada PH yang tinggi (tidak asam). Gunakan serbukdan sabut kelapa, karena C/N-nya lebih rendah (±60) dan mengandung KCL, sedangkan kalau menggunakan serbuk gergaji kadar C/N-nya sangat tinggi (±400) dan paling atas adalah abu, taburi stardec sebanyak 0,5% atau 5 kg untuk campuran sebanyak 1 ton.
  2. Tumpukan seperti pada Nomor 1 diatas, harus diulangi sampai ketinggian sekitar 1,5 meter.
  3. Tumpukan bahan minimal dengan ketinggian 80 cm.
  4. Biarkan tumpukan selama satu minggu (H±7) tanpa ditutup, namun terjaga agar terhindar dan panas dan hujan. Artinya pada hari ketujuh campuran bahan harus dibalik, agar diperoleh suplai oksigen dalam proses komposing. Pembalikan ini dilakukan kembali pada hari ke- 14, 21 dan 28.
  5. Pada hari ke-7 suhu bahan mulai meningkat sampai dengan hari ke-21. Peningkatan bisa mencapai 60-70°C dan akan turun kembali pada hari ke-28, proses meningkatnya suhu akan terjadi selama 21 hari dan akan menunun hari ke-28 dengan tingkat 35-40°C. Perlu dipahami, bahwa meningkat dan menurunnya suhu menandakan proses komposing berjalan sempurna. yang ditandai dengan adanya perubahan warna bahan menjadi hitam kecoklatan. Suhu yang tinggi selama proses komposing juga berfungsi untuk membunuh biji-biji gulma dan bakteri patogenik.
Adapun produk yang dihasilkan dengan menggunakan bahan dan tahapan tersebut di atas dapat dilihat pada gambar.
Modul Pembuatan kompos dengan judul modul "Teknologi Pengolalah Limbah" sampaikan oleh TIM Jatikuwung Innovation Center (JIC) Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta 2016 pada kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos di Taruna Tani Giat Makmur hari Minggu, 24 April 2016 jam 13.00 hingga selesai. 

Share:

15 April 2016

Penyuluhan Pembuatan Pupuk dan Mengatasi Hama Cabe dari BP3K Simo

Sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh taruna tani Giat Makmur yaitu melakukan pertemuan rutin dengan Dinas BP3K.  Pada acara penyuluhan terkait dengan pembuatan pupuk kompos, mengtasi hama tanaman cabe, dan kendala - kendal lainya yang diadakan pada hari jumat’at tanggal 15 April 2016 jam 09.00. Pada pertemuan hari kali ini dihadiri oleh pihak BP3K yaitu Ibu Rina dan Pak Dodo.


Acara Penyuluhan Pupuk

Tatacara Pembutan pupuk organik disampaikan oleh Bu Rina. Bahan yang diperlukan kotoran ternak, Abu Sekam, Dedak, tetes tebu, EM4, dan Kapur (indolomik) bisa ditambah dengan kompos daun. 1 Ton kotoran ternak, Abu sekam: 1 kwintal, dedak 1 kwintal, EM4: 2 liter, Tetes tebu: 2 liter. kapur 2 kilo.

Penyuluhan Pengangulan Pak Dodo

Tanaman itu mahluk hidup, jadi selalu berubah - ubah, jadi tidak ada orang yang benar – benar ahli dibidang pertanian. Tanaman selalu berkembang sesuai dengan kebutuhanya. Kendala dalam tanaman yang ada di Giat Makmur yaitu karena tanaman yang kuning yaitu karena kurangnya seleksi bibit dan karantina yang kurang atau dikenal dengan nama virus gemini, kalau tanaman yang kena virus belum ada obatnya, virus ini ditularkan oleh hama penghisap avis, tongau, dan trip yang dibawa atau sebagai vektor, jadi tanaman harus segera dihilangkan, lalu mengendalinkan hama – hama tersebut.

Cara mengatasi hama Cabe

  • Trip dan Avis biasa pakai insektisia:  Decis, Kurakron, regen, matador
  • Tugau: Akarisida : Rajun telur Isorun, Imago (larva) Tegion, Kaltin, Agrimek
Selain itu Pak Dodo juga menyampaikan, urakron bisa membunuh dan mengusir lalat buah karena baunya awet. Pak Dodo juga menambahkan, pemakaaian petrogenol untuk perangkap lalat bisa ditambah poradan pada botol agar lalat mati, agar tidak keluar lagi, untuk jaraknya 10 x  20 cukup 2 – 3 titik tergantung dari tingkat serangan. Perlu diketahui pula bahawa semakin banyak perangkap petrogenol justru malah akan mengundang lalat datang karena sifatnya memicu sehingga dimungkinkan akan lebih banyak lagi lalat yang datang. Penempatan perangkap petrogenol di tepi (pinggir) tanaman cabe dengan jarak 5 meter. Alternaif lain yaitu bisa minyak cengkeh juga bisa dijadikan perangkap lalat. Pelu diperhaitkan bahwa lalat buah bertelur saat cabe mulai berbunga. Saat sudah menjadi buah maka lalat sudah masuk. Oleh karena itu, pencegahan lalat buah itu dimulai dari sejak cabe berbunga.


Mengatasi hama Patek

Hama patek itu juga mulai menyerang tanaman sejak dari keluar bunga. Untuk mengatasinya bisa memakai fungsida. Kalau curah hujan tinggi maka penyemprotan bisa lebih intesif. Contoh obatnya bisa pakai Bion E45 sebagai fungisida. Fungisida ini menjadikan tanaman menjadi kebal atau untuk pengembang imun didalam tubuh tanaman. Fungsida lain yaiut titan, antrakol, dan dirosal yang bisa digunakan secara bergantian secara terjadwal. Hal ini bertujuan agar hama tidak kebal, karena jika ada hama tidak mati maka hama bisa kebal. 


Mengatasi tanaman layu

Penyebabnya ada dua yaitu 1) Patogen yaitu karena tanaman sakit dan 2) Pengaruh fisik yaitu karea kekuragan air, perakaran terputus dan lainya. Kalau layu karena Patogen ada dua hal yaitu: jamur dan bakteri
  1. Jamur: saat kita cabut ada noda hitam, akar bisa kering atau busuk dengan warna coklat kehitaman. Jika dibiarkan maka akan tumbuh benang-benang putih. Jamur ini dinamkan jamur fusarium.
  2. Bakteri: Kalau dicabut akarnya akan berlendir dan cenderung mengeluarkan bau. Jika ditaruh ke dalam air, air menjadi coklat

Cara mengatasi jamur dan bakteri

Kontrol di kelembanan tanah, jangan terlalu basah, jika suhu panas lalu hujan maka bakteri lebih cepat menyerang. Maka lakukan kontrol irigasi. Kalau di polibag maka lubangnya bisa diperbanyak.
  1. Mengatasi jamur dengan fursirum Fungsida seperti benlet, redomil,
  2. Mengattasi bakteri dengan Bakterisida seperit agirmisin, agrep.

Sharing kendala lainya

  1. Tanaman cabe yang ada milik Giat Makmur masih bisa dilanjutkan. Harus lebih sering pemupukan pupuk KNO3 putih, karena tanaman lebih banyak membutuhkan unsur hara. Unsur hara melebihi waktu berkembang, karena unsur hara dibagi tiga kebutuhan yaitu untuk pertumbuhan, bunga, dan memaskkan buah.
  2. Perawatan tanaman sejak dini dapat dilakukan pemupukan NPK karena tenaman membutuhkan unsur makro dan micro. Selain itu ditambahkan sedikit Urea
  3. Cara pemupukan harus diletakakan ujur akar. Jaraknya bisa disesuaikan dengan tajuk (diamter keseluruhan daun) tanaman. Jika pemupukan pada pusat akar justru malah akan menusak tanaman atau menjadikan tanaman kering karena pupuk menyerap air pada tanaman. 
  4. Untuk tanaman seledri dapat disemprot dengan air kapur atau kalsit untuk mengendalikan hama. Bisa juga memakai trigad untuk pembasmi hama atau Agrimek untuk pengendali lalat daun pada seledri. 
  5. Terkati dengan akar cabe yang rusak atau luka dapat menjadi celah masuknya jamur. Jagan dilakukan dengan pendangiran. Oleh karena itu, usahakan tanamnya gembur dulu diawal penamanan.
  6. Terkait budidaya Lele teman- teman bisa dilingkugan dukuh Tanjunsari RT 13/03 dari pihak peternak bisa mengundang  BP3K.
  7. Cabe rawit yang ditanam oleh Giat Makmur di kebun masih cukup bagus. Bahkan cabe hanya membutuhakan 100 pesen cahaya pun tetap bisa berkembang.
Demikian hasil pertemuan Giat Makmur dengan BP3K kecamatan Simo dalam rangka penyuluhan pembuatan pupuk, Mengatasi hama, dan sharing kendala serta masukan lainya. Semoga pada pertemuan hari Jum'at ini semakin mengokohkan Giat Makmur dan menambah ilmu pengetahuan sera aplikasinya pada tanaman cabe.

Kami, Giat Makmur mengucapkan banyak terimkasih atas ilmu dan masukan dari BP3K Simo. 

Share:

17 January 2016

Penyuluhan BP3K Simo ke Taruna Tani Giat Makmur Januari 2016

Pada bulan Januari 2016 ini Kelompok Taruna Tani Giat Makmur mengundang BP3K kecamatan Simo untuk memberikan penyuluhan rutin bulanan. Pada rapat penyuluhan (18/01/2016) ini dihadiri oleh tiga orang yaitu Ibu Rina, Unit, dan Tejo Bayu. 

Sambutan ketua taruna tani Bapak Rosidi

Memberikan semagat menjadi lebih baik sehingga tidak patah semangat dalam mengadakan kegiatan. Mohon saran dalam menjalankan kegiatan tekait tanaman yang dikembangkan terutama tanaman cabe. Mengharap bantuan, masukan, dan ilmu sehingga menjadi taruna tani yang benar-benar menjadi pelopor untuk masyarkat disekitarnya. Selain itu juga mohon saran jenis tanaman apa yang seharusnya ditanam dan bisakah bisa memaksimalkan tanaman yang ada.

Acara Inti penyuluhan dari BP3K

Ibu Rina

Sangat diapresiasi terhadap kegiatan taruna tani. Kalau demplot diawal kurang berhasil itu sudah biasa. Bahkan karena faktor tanaman atau harga yang anjlok. Beliau minta juga walau diawal belum berhasil tetap berusaha kedepanya tetap lebih baik.

Mas Tejo Bayu

Memberikan semangat adalah nomer 1. Bukan dari lembaga, modal, dan pengatahuan. Semangat harus dibangun sejak dini. Sejauh ini tanaman belum mendapatkan ilmu dan teknologi yang menyeluruh. Tidak Semua ilmu dari internat dan buku tidak bisa diterapkan. Direncanakan lagi dari awal dirembuk secara intern. Semangat itu menjadi modal utama. Walau sederhana yang penting berhasil.

Tanya Jawab

  • Taruna tani bisa diperluas, jumlah anggota bisa lebih banyak karena di desa Blagung hanya ada satu. Bahkan menjadi taruna tani tingkat desa. 
  • Tidak hanya hotlikulutra saja tapi bahkan tanaman lain yang dikemhangkan.
  • Bisa menggunakan kas desa untuk uji coba. Sehingga prospek lebih luas. 
  • Dilingkungan pekarangan banyak hama karena terdapat banyak tanaman lebih banyak tanaman lain. Jika di hamparan, resiko juga berkurang karena hama juga dikendalikan
  • Untuk tanaman di Screen house yang sekarang ada keberhasilanya tidak bisa menjamin karena bukan di hamparan terbuka. 
  • Pengurangan sinar bisa menggunakan paranet, bisa memakai yang jenis 70 persen dan 60 persen.
  • Kalau tanaman kurang sinar itu memanjang, tanaman empuk, dan akhirnya mudah terkena penyakit. 
  • Untuk cabe yang sudah ada, cabe di pindah dilahan hamparan. Untuk memaksimalkan cabe bisa pula dengan mengganti dengan ukuran polybag yang berdiameter 50 – 60 cm. Pemberian dapat dilakukan 10 hari sekali dengan dosis tinggi. 
  • Nutrisi dapat menggunakan KNO3 merah (Potasium nitrat) dan ponska atau NPK dengan perbadingan  1:5 kemudian di cairkan. seletah itu Campuran KNO3 merah dan Poska tadi di campur dengan air perbandingan 250ml untuk  10 liter air atau 1 aqua gelas untuk 10 liter air lalu semprot dipangkal batang.
  • Setelah sudah tunas muncul maka bisa menggunakan KNO3 putih dan ponska dengnan komposisi yang sama.
  • Kunci sukses bertani yaitu bisa produksi yang sebesar-besarnya. Tidak usah memikirkan soal harga jual.
  • Untuk menanam cabe atau terong-terongan bisa menggunakan benih import made in korea, japan, taiwan: hot chili, 
  • Kalau bisa taruna tani punya hamparan

Terkait seledri

Masukkan dari Pak Tejo Bayu untuk tanaman seledri Giat Makmur

  • Tempat kurang panas
  • Kalau kurang dapat menyebabkan mudah terkena penyakit
  • Media tanam sama dengan holtikultura yang lain.
Share:

07 December 2015

Penyuluhan BP3K Simo ke Taruna Tani Giat Makmur

Kelompok taruna tani Giat Makmur pada hari senin, 7 Desember 2015 mengundang BP3K untuk memberikan penyuluhan terkait dengan tanaman cabe dan holtikulutra lainya. Penyuluhan ini memang telah diagendakan pada rapat pembentukan taruna tani Giat Makmur pada tanggal 9 November 2015 lalu dan ditentukan untuk mengadakan pertemuan setiap sebulan sekali pada awal bulan setiap hari senin. Pada pertemuan tersebut dari pihak BP3K terdiri dari dua orang Pak Tejo Bayu dan Bu Rina selaku penyuluh kecamatan Simo mengunjungi lokasi penanam terlebih dahulu untuk mengetahui perkembangan tanaman kami, tempat budidaya, kendala tanaman, media tanam dan lain sebagai. Lalu dilanjutkan dengan penyuluhan yang kami rangkum dalam Notulen rapat yang akan kami jelaskan dibawah ini.

Notulen rapat 

Pertemuan antara taruna tani Giat Makmur dan BP3K kecamatan Simo disusun secara santai tapi tetap formal, pada acara tersebut di buka oleh pembawa acara, sambutan dari ketua taruna tani sekaligus sebagai ketua RT 13 Bapak Rosidi, acara inti yang di isi oleh Bapak Bayu Tejo dan Bu Rina lalu sesi tanya jawab dan penutup.

Sambutan dari ketua Bapak Rosidi

Bapak Rosidi menyampaikan perlunya penginkatan SDM anak muda dan karang taruna dukuh Tanjun Sari RT 13/ 03 terutama di sektor pertanian karena lokasi dukuh yang barada di dekatt sungai, sehingga tidak kekurangan air bahkan saat musim kemarau.

Gagasan sektor pertanian ini adalah sebagai upaya pemanfaatan lingkungan sempti atau pekarangan rumah sehingga sistem tanam polybag adalah sebagai sebuah upaya bercocok tanam holtikultura yang mudah, tepat dan praktis.

Sejarah pendirian taruan tani Giat Makmur pada awalnya masih berusaha mencari bentuk yang tepat. Karena pada awalnya dicetuskan oleh karang taruna Ristansari di dukuh Tanjung Sari RT 13/03 untuk meningkatkan perekonomian, lalu di dirikanlah komunitas holtikulta untuk menanam cabe. Pada akhirnya setelah berkonsultasi dengan pihak desa dan stake holder terkait bertemu dengan Dinas pertanian dan BP3K Simo. Setelah itu secara formal dibentuklah taruna tani Giat Makmur pada tanggal 9 November 2015.

Dalam pengembangan budidaya cabe pihak taruna tani sangat menyadari bahwa, semua anggota tidak memliki basik di bidang pertanian, sehingga pencapaian yang selama ini sudah berjalan selama tiga bulan sudah maksimal atau belum tidak bisa dinilai sendiri dari pihak taruna tani. Maka, diperlukan masukan, saran, dan solusi dari BP3K Simo, karena kita menyadari sejauh ini ilmu hanya bersifat meraba, hanya dari buku, internet, dan baru sekali pertemuan dengan BP3K dan Dinas Pertanian Simo saat pembentukan. Sehinga taruna tani belum pada pola atanam yang tepat.

Perlu ditekankan bahwa tujuan pendirian taruna tani adalah untuk meningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) generasi muda di Tanjung Sari RT 13/03 bukan sekedar mencari bantuan dana dari pemerintah atau pihak terkait tetapi untuk belajar bertani, berogranisasi, pemanfaatan lingkungaan, menjadi pribadi yang ahli dalam bindang pertanian walau basic kita bukan dari bidang pertanian.

Inti acara oleh Pak Tejo Bayu 

Bapak Tejo menyampaikan sedikit tentan profile nya. Beliau dari kecamatan Sambi dengan nama lengkap Tejo Bayu, telah bekerja di BP3K Simo sejak 2012, tadinya di BP3K kecamatan andong 2007.

Pertama – tama beliau menyampaikan terimakasih kepada ketua taruna tani Giat Makmur atas sambutannya dan sangat senang karena di era sekarang ini masih ada generasi muda yang masih meminati dibidang pertanian, terlebih sektor petanian hanay dilakukan oleh mereka yang berumur diatas 40 tahun dan jarang anak muda yang mau terjun. Seringkali generasi muda menganggap pertanian identik dengan kepepet, kalau tidak kepepet tidak akan bertani.

Sebenarnya pertanian memiliki peluang besar terutama peluang bagi yang mau terjun di bidang pertanian. Terlebih kita bisa mengakses informasi lebih mudah dengan melalui internet, hp, buku, dan lain sebagainya. Sekarang bisa berkonsultasi dimana saja tanpa harus tanya ke mantri tani.

Terkait kesulitan teknis apapun yang dialami selama ini Bapak Tejo berusaha menjawab atau sharing sama halnya yang lain Bapak Tejo juga petani. Basik dari keluarga tani maka juga menekuni pertanian, dan pendapatan dari usaha tani sudah lumayan, serta bertani hanya dari berkaca/ belajar dari teman lain. Alasan lain yaitu, melihat teknis tani apa yang bisa menghasilkan, maka dapat berbudidaya dengan nilai ekonomi tinggi, nilai fluktuasi tinggi dan cepat. Contoh lombok, memiliki produk perntainan tinggi, setiap jam harganya berubah.  Jadi lebih memiliki kontak ke penjual. Untuk penanaman cabe diperluakan periode tanam 5 kali dengan 3 kali gagal, 2 kali berhasil sudah bisa nutup bahkan untung.




Share:

Sekretariat

Sekretariat
Alamat: Jl. Simo - Kacangan KM. 06 Dk, Tanjungsari RT 13/ 03 Desa Blagung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali

HP: 0852 0075 6845

Facebook